<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>berbenah menjadi INSAN MULIA</title>
	<atom:link href="http://novellatief.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://novellatief.wordpress.com</link>
	<description>Membangun &#38; Membina Diri Menjadi Insan Mulia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Aug 2009 07:26:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='novellatief.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>berbenah menjadi INSAN MULIA</title>
		<link>http://novellatief.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://novellatief.wordpress.com/osd.xml" title="berbenah menjadi INSAN MULIA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://novellatief.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Makna Ayat Ketujuh</title>
		<link>http://novellatief.wordpress.com/2009/01/05/makna-ayat-ketujuh/</link>
		<comments>http://novellatief.wordpress.com/2009/01/05/makna-ayat-ketujuh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 03:48:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novellatief</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Miracle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novellatief.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Shirothol ladzina an’amta ‘alaihim. Ghoiril maghdzubi ‘alaihim waladldlollin Jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka, bukan jalannya orang-orang yang Engkau murkai dan orang-orang yang dholim. Yang kita minta kepada Allah petunjuk-NYA adalah bukan jalannya orang-orang yang dimurkai Allah dan bukan jalannya orang-orang yang Dholim. Orang-orang dimurkai adalah orang yang dalam kehidupan dunianya menentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=96&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><strong>Shirothol ladzina an’amta ‘alaihim. Ghoiril maghdzubi ‘alaihim waladldlollin</strong></span></span></em></p>
<p><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;"><em>Jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka, bukan jalannya orang-orang yang Engkau murkai dan orang-orang yang dholim.</em></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;" align="justify"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;">Yang kita minta kepada Allah petunjuk-NYA adalah bukan jalannya orang-orang yang dimurkai Allah dan bukan jalannya orang-orang yang Dholim. Orang-orang dimurkai adalah orang yang dalam kehidupan dunianya menentang dan tidak <span id="more-96"></span>meyakini adanya Allah SWT. Sehingga kemudian dia berperilaku mengikuti setan dan hawa nafsunya, yakni membuat orang lain sakit hati, mengecewakan pada orang lain, hidup hanya untuk memuaskan hawa nafsunya, nafsu perut dengan makanan yang haram dan nafsu sex dengan cara-cara yang tidak halal, nafsu material dengan cara-cara yang bebas dan tidak halal merugikan orang lain dan maunya menang sendiri. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;">Orang-orang dholim adalah orang yang menyakiti diri sendiri, merendahkan martabatnya, juga mendholimi orang lain. Berbuat aniaya terhadap keluarganya, durhaka terhadap orang tuanya, kepada istri atau suaminya, memusuhi orang lain atau pesaing-pesaingnya, inilah orang dholim.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;" align="justify"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;">Yang kita minta petunjuk kepada Allah adalah jalannya orang-orang yang telah diberi kenikmatan oleh-Nya. Siapakah mereka? Mereka adalah para Nabi dan Rosul, para Sahabat, orang sholeh, orang-orang yang berjihad di jalan Allah, orang-orang yang bertaqwa kepada Allah.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;" align="justify"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;">Maka kita meneladani atau memodel orang-orang telah diberi nikmat oleh Allah tersebut. Kita perlu meneladani mereka untuk bisa sukses seperti mereka, paling tidak berproses mengikuti kesuksesan mereka dalam pandangan Allah, karenanya kita harus miliki perilaku yang mulia, beriman, memiliki integritas, adil, amanah, bijaksana, optimis, istiqomah, bahagia dan bertanggung jawab.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;" align="justify"><span style="font-family:Arial, sans-serif;"><span style="font-size:small;">Pembaca marilah kita konsentrasi, tawajuh, introspeksi diri, merendahkan hati kita dihadapan-Nya sambil menundukkan kepala, menengadahkan tangak kepada Allah, kita berdo’a agar bisa digolongkan dalam kelompok orang-orang yang telah diberi nikmat Allah yakni para Nabi, Rasul dan orang-orang sholeh. Amin.***</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novellatief.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novellatief.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novellatief.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novellatief.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/novellatief.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/novellatief.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/novellatief.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/novellatief.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novellatief.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novellatief.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novellatief.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novellatief.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novellatief.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novellatief.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=96&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novellatief.wordpress.com/2009/01/05/makna-ayat-ketujuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10408e548ae72bbe072a95c63aa94fef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novellatief</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Ayat Keenam</title>
		<link>http://novellatief.wordpress.com/2009/01/05/makna-ayat-keenam/</link>
		<comments>http://novellatief.wordpress.com/2009/01/05/makna-ayat-keenam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 03:39:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novellatief</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Miracle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novellatief.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Ihdinash shirotholmustaqiim Tunjukkanlah kami jalan yang lurus Ihdinaa artinya tunjukanlah kami atau berilah hidayah pada kami. Sebagai seorang hamba, kita harus bisa merendahkan hati kita dengan selalu memohon petunjuk atau Hidayah pada Allah. Sebenarnya Allah sendiri telah memberikan pada manusia hidayah itu yaitu berupa (1) hidayah tabiat, (2) hidayah indra, (3) hidayah akal pikiran, (4) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=93&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ihdinash shirotholmustaqiim</em><br />
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus</p>
<p><em><strong>Ihdinaa </strong></em>artinya tunjukanlah kami atau berilah hidayah pada kami. Sebagai seorang hamba, kita harus bisa merendahkan hati kita dengan selalu memohon petunjuk atau Hidayah pada Allah. Sebenarnya Allah sendiri telah memberikan pada manusia hidayah itu yaitu berupa (1) hidayah tabiat, (2) hidayah indra, (3) hidayah akal pikiran, (4) hidayah Ad-dien (agama).</p>
<p><span id="more-93"></span></p>
<p>Pertama, hidayah  tabiat, semenjak bayi Allah telah memberikan hidayah tabiat ini kepada setiap manusia.  Bayi belum dapat menyatakan kehendaknya dengan perkataan (lisan), juga belum bisa berpikir. Jika bayi merasa haus dan lapar, cukup mereka secara spontan menangis dan ibunya pun memberikan apa yang dibutuhkan.</p>
<p>Kedua, hidayah indra, hidayah ini ditemui pada makhluk insani maupun hewani. Pada hewan hidayah indra sejak lahir sudah sempurna dan kuat dibandingkan indra yang ada pada diri manusia. Indra manusia mengalami proses pertumbuhan dengan percobaan dan pengalaman dari masa kemasa. Manusia mempunyai lima indra yang bisa digunakan yaitu berupa panglihatan (visual) pendengaran (Auditory) perasaan (kinestetis) pembauan (olfactory) dan penciuman (gustatory). Dengan panca indra kita bisa gunakan untuk membaca, mendengarkan, merasakan, memahami tentang kebenaran yang ada dialam semesta ini, sehingga menjadi inspirasi bagi kita untuk menemukan kebenaran hakiki.</p>
<p>Ketiga hidayah akal pikiran, yang hanya dianugerahkan bagi manusia saja tidak kepada hewan. Allah menciptakan manusia hidup secara bermasyarakat, mempunyai hubungan, kepentingan pergaulan antara yang satu dengan lainnya, dengan menggunakan aturan, tata tertib dan norma-norma. Dengan menggunakan hidayah akal pikiran inilah manusia bisa melakukannya. Juga dengan akal pikiran, manusia bisa menggunakan untuk mengkaji dan menganalisa fenomena alam, pertumbuhan dan perkembangan pepohonan (flora), perilaku hewan (fauna), juga perilaku nilai, etika masyarakat atau manusia secara individual dengan mengamati secara cermat, kitapun akan memperoleh petunjuk atau hidayah dari Allah melalui alam semesta tersebut.</p>
<p>Keempat hidayah Ad-dien (agama), yang akan menjadi pedoman, petunjuk atas hidayah-hidayah lainnya, termasuk memimpin hidayah akal. Dengan hidayah akal dapat dicapai suatu kebenaran. Dan kebenaran secara hakiki akan ditentukan melalui ukuran-ukuran yang ditetapkan oleh Allah melalui ad-dien (agama). Hidayah ad-dien inilah yang akan membawa kepada kebahagiaan yang sejati dan abadi hingga di akhirat kelak.</p>
<p>Asshirotol Mustaqim artinya adalah jalan yang lurus. Jalan merupakan kumpulan titik atau ruang yang mengarah pada tujuan hidup seseorang. Mustaqim adalah lurus. Sehingga Sirotol Mustaqim adalah jalan yang lurus yang perlu kita lalui untuk mencapai tujuan hidup (Ultimate goal) kita. Shirotol mustaqim inilah yang senantiasa kita mohonkan kepada Allah agar bisa kita lalui untuk tujuan sejati hidup kita.</p>
<p>Pembaca, coba renungkanlan, apa tujuan kehidupan anda selama ini? dan jalan mana yang telah anda tempuh selama ini untuk mencapainya? Jika anda belum menetapkan tujuan hidup anda, maka tentukanlah tujuan hidup anda, untuk apa anda hidup di dunia? Dengan cara bagaimana anda bisa mewujudkan tujuan hidup anda? Melalui jalan mana anda mencapainya?***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novellatief.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novellatief.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novellatief.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novellatief.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/novellatief.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/novellatief.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/novellatief.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/novellatief.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novellatief.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novellatief.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novellatief.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novellatief.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novellatief.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novellatief.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=93&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novellatief.wordpress.com/2009/01/05/makna-ayat-keenam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10408e548ae72bbe072a95c63aa94fef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novellatief</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Ayat Kelima</title>
		<link>http://novellatief.wordpress.com/2008/11/22/makna-ayat-kelima/</link>
		<comments>http://novellatief.wordpress.com/2008/11/22/makna-ayat-kelima/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 04:37:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novellatief</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Miracle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novellatief.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Ayat Kelima Surat Al-Fatihakh berbunyi : Iyyakana’budu waiyyaka nasta’iin. Artinya Hanya kepadaMulah kami menyembah dan hanya kepadaMulah kami minta pertolongan. Ayat ini bisa dimaknai sebagai berikut. Iyyakana’budu (hanya kepadaMulah kami menyembah), merupakan sebuah ikrar, komitmen seorang hamba kepada Sang Kholiq, bahwa Engkaulah ya Allah Tuhan yang aku sembah. Tidak ada tuhan-tuhan lain yang aku sembah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=91&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="text">
<p>Ayat Kelima Surat Al-Fatihakh berbunyi : <strong><em>Iyyakana’budu waiyyaka nasta’iin</em></strong>. Artinya Hanya kepadaMulah kami menyembah dan hanya kepadaMulah kami minta pertolongan. Ayat ini bisa dimaknai sebagai berikut.</p>
<p><span id="more-91"></span></p>
<p><strong><em>Iyyakana’budu</em> </strong>(hanya kepadaMulah kami menyembah), merupakan sebuah ikrar, komitmen seorang hamba kepada Sang Kholiq, bahwa Engkaulah ya Allah Tuhan yang aku sembah. Tidak ada tuhan-tuhan lain yang aku sembah. Aku tidak menyembah para tokoh-tokoh hebat dunia termasuk tidak menyembah para nabi. Aku tidak menyembah makhlukMu. Aku tidak menyembah harta benda, kekayaan materiil dan benda-benda berharga lainnya. Aku tidak menyembah jabatan, kedudukan, maupun status sosial. Aku tidak menyembah matahari, bulan maupun bintang-bintang di angkasa luas. Hanya kepadaMulah ya Allah aku menyembah.</p>
<p>Inilah komitmen seorang hamba pada Sang Pencipta. Maka terhadap benda-benda di dunia, terhadap makhluk ciptaanNya, terhadap materi dan status sosial yang dicapainya ataupun yang telah dicapai orang lain tidak akan menimbulkan hasrat diri untukterpengaruh, mementingkan ataupun mencintainya. Benda, materi atau status sosial tersebut hanyalah sarana baginya untuk mewujudkan rasa cintanya pada Tuhan. Karena jika dirinya telah mampu mencintai Tuhan, itulah kebahagiaan puncak yang dapat dirasakannya. Dan karena cintanya kepada Tuhan itulah maka akan terpancar rasa cinta dan kasih sayang darinya kepada alam semesta maupun terhadap sesama manusia. Jika dia telah benar-benar mampu memberikan cintanya kepada Tuhan, maka Tuhan pun akan memberikan cintaNya pada sang hamba. Jika Tuhan telah memberikan cinta dan kasih sayang kepada seorang hamba, apalagi sih yang masih perlu diminta??? Tuhan akan mencurahkan keberkahan dan keberlimpahan kepada hamba tersebut.</p>
<p><strong><em>Waiyyakanasta’iin</em></strong> (dan hanya kepadaMulah kami minta pertolongan), juga merupakan bentuk ikrar seorang hamba pada Sang Kholiq. Disamping menyembah hanya kepada Allah, kitapun juga berkomitmen untuk minta pertolongan hanya kepadaNya. Setiap permasalahan yang kita hadapi di dunia ini, hanya kepada Allahlah kita minta pertolongan, kita berserah diri kepadaNya.</p>
<p>Jika kita renungkan, kita bayangkan dan kita rasakan, betapa Tuhan telah berikan pada kita sumber daya (resouce) yang luar biasa pada diri kita. Visual, Auditory, Kinestetik, Olfactory dan Gustatory (VACOG) merupakan sumber daya yang bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk menyelesaikan seluruh permasalahan yang kita hadapi atas izinNya. Tubuh yang sempurna dan Ruh Ilahiyah juga telah Allah berikan pada kita. Sehingga sebelum kita berserah diri, kita lakukan suatu usaha, ihtiar dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang telah Allah lengkapi pada diri kita. Jika strategi telah kita buat, teknik dan metode telah kita tetapkan, action pun kita lakukan sesuai trategi dan taktik yang direncanakan. Maka kitapun bertawakal, berserah diri pada Allah untuk memperoleh hasil sesuai dengan sunatullah (hukum alam)Nya. Sesuai dengan hukum sebab akibat. Dan Allah tahu persis apa yang layak kita bisa dapatkan dari usaha yang kita lakukan. Dan itulah result yang terbaik bagi kita menurut Allah. Allah akan memberikan penghargaan atas proses usaha atau ihtiar yang kita lakukan dengan disertai niatan untuk mendapatkan KeridloanNya.</p>
<p>Dengan demikian seorang hamba yang memahami sepenuhnya makna ayat kelima dari Surat Al-Fatihakh ini akan memanfaatkan potensi sumber daya yang dimilikinya dengan seoptimal mungkin dan akan menggunakan waktu yang Tuhan berikan padanya seefektif mungkin. Dia manfaatkan semuanya sebagai wujud dari persembahan dirinya kepada Sang Kholiq, pada saat yang sama Sang Kholiq pun menyiapkan solusi setiap permasalahan yang dihadapinya melalui subconsiousnya. Dan jadilah dia seorang hamba yang menikmati kebahagiaan, keberkahan dan keberlimpahannya dalam menjalani kehidupan sebagai wujud dari persembahannya kepada Allah swt. Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba yang mencintaiMU dan yang Engkau cintai. Amin!</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novellatief.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novellatief.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novellatief.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novellatief.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/novellatief.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/novellatief.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/novellatief.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/novellatief.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novellatief.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novellatief.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novellatief.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novellatief.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novellatief.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novellatief.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=91&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novellatief.wordpress.com/2008/11/22/makna-ayat-kelima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10408e548ae72bbe072a95c63aa94fef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novellatief</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Ayat Keempat</title>
		<link>http://novellatief.wordpress.com/2008/10/23/makna-ayat-keempat/</link>
		<comments>http://novellatief.wordpress.com/2008/10/23/makna-ayat-keempat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 04:26:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novellatief</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Miracle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novellatief.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Maliki yaumiddin Yang merajai Hari Pembalasan Yaumiddin artinya hari pembalasan, yaitu kehidupan akhirat. Jika kita mengartikan kehidupan dunia sebagai masa untuk menyemai atau menanam, maka kehidupan akhirat adalah masa untuk menuai atau memanen. Yaumiddin adalah kehidupan akhirat, sebagai masa untuk memanen apa yang kita tanam dalam kehidupan dunia kita. Jika amal kebajikan yang kita tanam, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=87&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><em>Maliki yaumiddin</em></p>
<p style="text-align:center;">Yang merajai Hari Pembalasan</p>
<p><strong><em>Yaumiddin</em></strong> artinya hari pembalasan, yaitu kehidupan akhirat. Jika kita mengartikan kehidupan dunia sebagai masa untuk menyemai atau menanam, maka kehidupan akhirat adalah masa untuk menuai atau memanen.</p>
<p><span id="more-87"></span></p>
<p>Yaumiddin adalah kehidupan akhirat, sebagai masa untuk memanen apa yang kita tanam dalam kehidupan dunia kita. Jika amal kebajikan yang kita tanam, maka buah kebajikan pula yang akan kita panen. Jika amal kebajikan yang kita tanam maka buah kebajikan pula yang akan kita panen. Jika amal keburukan yang kita tanam, buah keburukan pula yang akan kita panen. Dan hasil panen tersebut akan kita nikmati selamanya.</p>
<p>Dalam perspektif dunia, kita bisa pahami tentang masa kini sebagai masa untuk menanam dan masa mendatang sebagai masa untuk memanen. Agar kita bisa memanen buah kebajikan di masa mendatang, kita harus menanam perbuatan baik di masa sekarang. Waktu yang benar-benar kita miliki adalah masa kini atau saat sekarang. Bagaimana kita memanfaatkan waktu sekarang ini untuk menanam dengan melakukan suatu kebajikan, atau perbuatan baik dengan harapan kita akan memanen buah kebajikan di masa mendatang. Saat ini perlu melakukan suatu usaha, ihtiar dengan bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ihlash sehingga kelak kita bisa menuai hasil seperti yang kita inginkan yaitu kesuksesan.</p>
<p>Jika kehidupan di dunia ini adalah masa kini dan kehidupan akhirat adalah masa mendatang, tentu sebagai manusia yang percaya kehidupan akhirat, kita perlu memperbaiki perbuatan atau amalan kita. Amalan yang terbaik adalah amalan yang sesuai dengan aturan atau ketetapan Allah dalam Kitab Suci Al-Quran dan Sunah Rasulullah, yang dilakukan dengan niat mencari keridloan Allah dan dilaksanakan dengan tulus ihlas.</p>
<p>Inilah yang perlu kita pahami tentang <strong><em>yaumiddin</em></strong> yang mengingatkan pada kita semua, untuk mengevaluasi perbuatan kita di dunia ini. Dan yang perlu kita tancapkan dalam hati yang terdalam bahwa yang menguasai hari pembalasan adalah Allah swt. <strong><em>Maliki yaumiddin </em></strong>artinya Allahlah yang menguasai hari pembalasan. Dialah Allah yang Maha adil, Maha teliti, Maha matematis juga Maha rahman dan rahim.</p>
<p>Pembaca, sekarang coba renungkan kembali berapa usia kita hari ini? 20 &#8230; 30 &#8230; 40 &#8230; 50 &#8230; atau 60 tahun? Coba kurangi dengan usia akil baligh kita misalnya 12 tahun. Berarti sebanyak itulah masa usia kita yang akan dipertanggung jawabkan pada Allah swt, jika tiba-tiba Dia mencabut nyawa kita. Cobalah hitung dosa dan kemaksiatan yang telah kita lakukan? Bagaimana kewajiban sholat yang kita tidak lakukan? Hitung pula berapa  perbuatan kita yang telah menyakiti orang lain, menyakiti saudara kita, keluarga kita atau bahkan orang tua kita? Bandingkan dengan amal kebaikan kita, amal ketaqwaan yang kita lakukan dengan ihlas.<br />
Bagaimana? Ya &#8230; barangkali memang lebih banyakhitungan amal kemaksiatan dalam kehidupan kita dan itulah kelak yang akan kita panen.</p>
<p>Jika kita menyadari tentang dosa dan kemaksiatan yang telah kita lakukan itu, segeralah beristighfar dan bertaubat kepada Allah sebelum maut benar-benar menjemput kita. Lakukan taubat dengan sungguh-sungguh. Beristighfar, memohon ampun kepada Allah dan berjanji dalam hati untuk tidak lagi melakukan perbuatan dosa dan kemaksiatan kembali. Kita harus berkomitmen pada diri sendiri untuk memperbaiki kwalitas iman kita, meningkatkan peribadatan kita dan senantiasa bertaqorub pada Allah sebagai Raja dan Penguasa di Hari Pembalasan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novellatief.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novellatief.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novellatief.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novellatief.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/novellatief.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/novellatief.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/novellatief.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/novellatief.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novellatief.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novellatief.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novellatief.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novellatief.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novellatief.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novellatief.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=87&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novellatief.wordpress.com/2008/10/23/makna-ayat-keempat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10408e548ae72bbe072a95c63aa94fef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novellatief</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Ayat Ketiga</title>
		<link>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/24/makna-ayat-ketiga/</link>
		<comments>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/24/makna-ayat-ketiga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 06:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novellatief</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Miracle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novellatief.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Arrahmanirrahim Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Memaknai ayat ketiga Arrahmanir Rahim sebagaimana bagian akhir ayat pertama. Dengan memahami makna Arrahmanir Rohim ini marilah kita coba program makna yang mulia itu ke dalam pikirian kita, melalui bawah sadar (subconcious) melalui kontemplasi, dialog dengan nati nurani dan berdialog dengan Allah swt. Sambil mengingat, membayangkan dan merasakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=81&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em>Arrahmanirrahim</em></p>
<p style="text-align:center;">Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang</p>
<p>Memaknai ayat ketiga Arrahmanir Rahim sebagaimana bagian akhir ayat pertama. Dengan memahami makna Arrahmanir Rohim ini marilah kita coba program makna yang mulia itu ke dalam pikirian kita, melalui bawah sadar (subconcious) melalui kontemplasi, dialog dengan nati nurani dan berdialog dengan Allah swt.</p>
<p><span id="more-81"></span></p>
<p>Sambil mengingat, membayangkan dan merasakan seluruh karunia Allah, kita coba renungkan kembali tentang hidup kita di dunia ini. Allah telah berikan kepada kita Ruh yang ditiupkanNya sewaktu kita ada dalam rahim ibu, sehingga kita bisa merasakan dan menikmati hidup ini. Dengan kasih sayangNya, Allah lengkapi diri kita dengan fisik tubuh yang sempurna. Allah kasih pada kita organ paru-paru sehingga bisa terus bernafas hingga hari ini. Allah kasih pada kita jantung sehingga darah bisa dipompa dan dialirkan ke seluruh sel tubuh kita  melalui arteri dan nadi.  Nutrisi yang telah dicerna oleh pencernaan  pun dialirkan ke seluruh sel tubuh kita. Demikian juga oksigen  yang masuk ke dalam paru-paru juga dibawa ke seluruh tubuh dan menjadi asupan sel otak kita, sehingga otak bisa bekerja sebagaimana mestinya.</p>
<p>Coba kita bayangkan dan rasakan seluruh proses metabolisme dalam tubuh kita. Kita bayangkan dan rasakan gerakan paru-paru yang mengolah oksigen dan detak secara ritmis jantung yang memompa darah kita, rasakan aliran darah yang bergerak ke seluruh tubuh, dan masuknya oksigen ke sel otak kita. Semua berjalan dengan teratur dan indah sekali. Itulah salah satu wujud Ar-Rohman, kasih sayang Allah kepada semua manusia.  Subhanallah.</p>
<p>Meski barangkali diantara kita, ada yang belum yakin akan Allah swt. Ada yang tidak yakin akan Tuhan semesta alam itu. Bahkan ada yang menentang dan terhadap ajaran dan ketentuannya. Bahkan barangkali ada yang menolak mengakui adanya Tuhan, meski hatinya tak bisa memungkiri. Allah tetap berikan pada kita kehidupan, Allah tetap berikan pada kita semua rejeki, Allah tetap memproses dan membesarkan fisik tubuh kita. Allah tetap berikan pada kita udara untuk bernafas, Allah tetap berikan air untuk kebutuhan hidup kita, Allah tetap berikan sinar matahari untuk menghangatkan alam lingkungan kita. Ya, kasih sayangnya tetap diberikan Allah kepada seluruh makhluknya.</p>
<p>Jika kita manusia di muka bumi ini mau mengakui, mau beriman pada Allah swt. Kemudian mau tunduk dan patuh kepadanya. Taat kepadaNya dan Rasulullah, dengan menjalani seluruh perintahNya, menjauhi seluruh laranganNya, maka Allah akan tambahkan cinta dan kasih sayangNya kepada kita di alam akhirat kelak. Allah akan karuniakan kepada kita kesuksesan dan kebahagiaan abadi di akhirat kelak. Inilah wujud dari sifat Ar-Rahimnya Allah.</p>
<p>Pembaca, berapakah umur kita saat ini? Pernahkah kita menghitung kenikmatan dan karunia Allah? Pernah kita beryukur kepadaNya atas seluruh karunia itu? Bagaimana kehidupan kita saat ini? Apakah lebih banyak kita gunakan seluruh potensi dan waktu yang kita miliki untuk berbuat dosa dan kemaksiatan? Sampai kapankah kita melupakan Allah, Tuhan yang menghidupi kita ini? Saatnyalah kita bertobat saat ini, sebelum maut memanggil kita. Sebelum jantung kita berhenti berdetak dan darah tak lagi mengalir dalam tubuh kita. Marilah kita mendekatkan diri kepada Allah, beristighfar atas dosa-dosa kita. Kita berkomitmen dalam diri untuk meninggalkan dosa dan kemaksiatan yang pernah kita lakukan. Kita bersyahadat lagi, memperbaharui iman dan keyakinan kita. Kita gemakan kembali dzikir dalam hati dan lisan kita. Kita sapa kembali Asma Allah dengan kesucian dan ketulusan hati. Karena Dia adalah Sang Maha Suci. Kita tumbuhkan kembali cinta kita kepadaNya, sehingga selalu muncul kerinduan untuk berdialog denganNya, Kerinduan untuk selalu dekat denganNya. Sehingga kita masuk dan digolongkan menjadi orang-orang yang mulia. Amin!***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novellatief.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novellatief.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novellatief.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novellatief.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/novellatief.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/novellatief.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/novellatief.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/novellatief.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novellatief.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novellatief.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novellatief.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novellatief.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novellatief.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novellatief.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=81&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/24/makna-ayat-ketiga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10408e548ae72bbe072a95c63aa94fef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novellatief</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memaknai Sebuah “Presupposition”</title>
		<link>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/23/memaknai-sebuah-%e2%80%9cpresupposition%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/23/memaknai-sebuah-%e2%80%9cpresupposition%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 04:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novellatief</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novellatief.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[If someone can do something, then it’s possible to me to do the same thing. Kalimat itulah yang sempat muncul dalam pikiranku ketika membaca tulisan pertama Pak Antony “Pengalaman Mempraktekkan NLP Dalam Kehidupan”. Kalau Pak Antony bisa lakukan penyembuhan (terapi) ala NLP, saya pun bisa lakukan itu. Apalagi dalam coaching NLP Practitioner lalu juga sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=75&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="storycontent">
<div class="snap_preview">
<div class="text">
<p><em>If someone can do something, then it’s possible to me to do the same thing</em>. Kalimat itulah yang sempat muncul dalam pikiranku ketika membaca tulisan pertama Pak Antony “Pengalaman Mempraktekkan NLP Dalam Kehidupan”. Kalau Pak Antony bisa lakukan penyembuhan (terapi) ala NLP, saya pun bisa lakukan itu. Apalagi dalam coaching NLP Practitioner lalu juga sudah di kasih model “<em>Differensial-Integral Theraphy</em>”nya Kang PuHong.</p>
<p><span id="more-75"></span></p>
<p>Kalimat presupposition pada awal tulisan ini saya baca dari buku “Understanding NLP”nya Pak Wiwoho. Dan saya coba maknai dalam bentuk penerapan terapi NLP pada tiga mahasiswi yang mengikuti kelas kuliahku. Berikut pengalamanku beberapa hari terakhir ini.</p>
<p>Setelah kuliah msdm selesai kuberikan, sejumlah mahasiswa masih duduk mendengarkan celotehku tentang tambahan “ngelmu penyembuhan” yang saya dapatkan dalam training NLP. Setelah meyakinkan mereka, saya pun tawarkan, siapa yang punya masalah dan mau diterapi? Seorang mahasiswi mengacungkan tangan dan kuminta untuk maju ke depan. Saya minta untuk duduk di kursi di depan kelas, saya pun mulai praktekkan terapi ala Kang Puhong dan Boss Ngapusi.</p>
<p>“Coba pilih dua masalah besar yang saat ini anda hadapi. Masalah yang berat di tangan kanan, yang lebih ringan di sebelah kiri. Saya akan bantu menyelesaikan masalah yang di tangan kiri.” kataku mengawali.<br />
Gadis itu mengangguk.<br />
“Sakarang coba bayangkan kembali kejadiannya ….” kataku sambil mengawasi raut mukanya, “Bayangkan kejadian yang mengakibatkan munculnya masalah yang anda hadapi”<br />
Gadis itu mengangguk lagi.<br />
“Apa yang anda rasakan???”<br />
Matanya terlihat berkaca-kaca, “Sedih ….” katanya.<br />
“Perasaan apa lagi yang muncul???”<br />
Air matanya pun keluar membasahi pipinya. “Kesal ….” katanya.<br />
“Perasaan apa lagi???”<br />
Air matanya terus mengalir. Gadis itu coba menghapusnya dengan bagian bawah jilbabnya. “Ingin marah,..pak”<br />
“Oke … oke ..! Coba ….rasa sedih, …. rasa kesal dan rasa ingin marah itu saya pinjam dulu.”<br />
Dia memandangku.<br />
“Ya …Rasa sedih, rasa kesal dan rasa marahnya itu saya pinjam.” kataku mengulang, “Saya ambil dulu ya …dan saya taruh di meja ini”<br />
Saya memperagakan seolah-olah mengambil sesuatu dari hatinya dan meletakkannya di meja.<br />
“Sekarang saya pinjami anda perasaan senang ….kedalam hati,”<br />
Gadis itu menggeleng, tetapi agak lebih tenang.<br />
“Apa yang ingin anda lakukan agar perasaan sedih, kesal dan marah itu bisa anda keluarkan,..”<br />
Gadis itu menggeleng lagi.<br />
“Oke … saya tambahkan rasa tenang ….. dan rasa bahagia”<br />
Gadis itu mengangguk pelan.<br />
“Apa yang anda rasakan sekarang??”<br />
“Agak lebih lega pak,”<br />
“Mau bisa lebih bahagia???” kataku, “Coba anda maafkan orang yang telah membuat masalah bagi anda itu..”<br />
Gadis itu mengangguk. “Ya pak. Saya memang berusaha untuk bisa memaafkan dia.” katanya.<br />
“Sekarang, beri maaf dia dengan tulus.”<br />
Gadis itu mengangguk lagi.<br />
“Bagaimana perasaan anda sekarang???”<br />
“Ya …. lebih enakan, lebih lega.”<br />
“Udah gak sedih dan kesal lagi??”<br />
“Udah jauh berkurang dibanding tadi,”<br />
“Bisa benar-benar dikeluarkan semua???”<br />
“Ya, pak bisa”<br />
“Sekarang bisa tersenyum???”<br />
Gadis itu mengangguk dan tersenyum cerah.<br />
“Coba … kalau perasaan sedih, kesal dan ingin marah yang saya pinjam tadi saya masukkan kembali ke dalam hati anda dan perasaan senang dan bahagia saya ambil gimana???”<br />
“Jangan …pak. Sudah senang kok malah suruh bersedih lagi,” katanya sambil tersenyum dan sederet gigi putihnya terlihat.</p>
<p>Aha …, itulah praktek terapi yang saya coba lakukan.<br />
Dan empat hari kemudian, ketika saya memberikan materi motivasi pada Kelas Khusus, dua mahasiswi juga siap menjadi “korban” berikutnya. Seorang mengaku saat ini, rasanya dia rindu banget untuk bisa bertemu dengan Allah, rasanya pingin secepatnya bertemu. Saya coba lakukan dialog dan dia mengakui, memang saat ini dia merasa gelisah, takut dan khawatir …. sehingga rasanya ingin lebih cepat aja bertemu dengan Allah. Saya coba bantu terapi dengan model yang sama. Dan saya kemudian tambahkan pemahaman, bahwa Allah sebenarnya memberikan kesempatan padanya untuk menikmati hidup ini dengan berbuat baik pada sesama, memberi apa yang bisa dia berikan, dan menolong dengan apa yang bisa dia lakukan. Mensyukuri karunia yang Allah telah berikan padanya. Allah memberi kesempatan untuk menyiapkan bekal yang lebih banyak ketika kelak harus bertemu denganNya. Bukan untuk saat ini. Gadis itu juga bisa menyingkirkan ketakutan dan kegelisahannya. Bisa lebih tenang dan tentram setelah saya lakukan terapi.</p>
<p>Sedangkan mahasiswi yang ketiga, mengaku merasa takut dan gelisah karena adanya tekanan yang dia sudah alami sejak masih kanak-kanak. Saya coba bantu terapi dengan cara yang sama dan lebih variatif. Akhir dari sesi terapi dia mengaku sudah bisa mengurangi ketakutan dan kegelisahannya. Itulah pengalamanku mempraktekkan NLP dalam seminggu terakhir ini.</p></div>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novellatief.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novellatief.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novellatief.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novellatief.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/novellatief.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/novellatief.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/novellatief.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/novellatief.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novellatief.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novellatief.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novellatief.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novellatief.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novellatief.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novellatief.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=75&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/23/memaknai-sebuah-%e2%80%9cpresupposition%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10408e548ae72bbe072a95c63aa94fef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novellatief</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NLP is Not The Territory</title>
		<link>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/22/nlp-is-not-the-territory/</link>
		<comments>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/22/nlp-is-not-the-territory/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 05:32:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novellatief</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novellatief.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Karena keinginan yang menggebu untuk lebih mengetahui NLP, saya coba sering membuka Portal NLP di www.portalnlp.com Saat saya klick “Dasar NLP”, dari sejumlah artikel yang tersaji saya tertarik sebuah judul : “NLP itu (seharusnya) mudah dan dapat mempermudah” yang ditulis oleh P. Ronny F. Ronodirdjo. Saya cermati dan baca dari awal sampi akhir artikel itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=72&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena keinginan yang menggebu untuk lebih mengetahui NLP, saya coba sering membuka Portal NLP di <a href="http://www.portalnlp.com/">www.portalnlp.com</a> Saat saya klick “Dasar NLP”, dari sejumlah artikel yang tersaji saya tertarik sebuah judul : “NLP itu (seharusnya) mudah dan dapat mempermudah” yang ditulis oleh P. Ronny F. Ronodirdjo. Saya cermati dan baca dari awal sampi akhir artikel itu dan yaap! Sayapun teringat saat mengikuti Coaching A PRACTICING NLP PRACTITIONER, 23-27 Juni lalu.</p>
<p><span id="more-72"></span></p>
<p>WAW! Suasana dalam “training” tersebut sempat bikin stress (baca : bingung) peserta di hari pertama, karena metode yang digunakan memang “MBINGUNGI”. Secara berangsur suasana pun menjadi membaik hingga pada hari terakhir. Namun bagi saya NLP adalah “dark territory”, karena masih dalam wujud MAP yang buram. Setelah acara coaching itu muncul keinginan yang menggebu untuk bisa mengetahui lebih lanjut tentang makhluk bernama “NLP” itu!<br />
Buku “Terapi NLP, Menciptakan Master Komunikasi yang Komunikatif&#8221; karya DR Ibrahim Elfiky saya baca abis, kemudian “Understanding NLP” karya RH Wiwoho juga saya baca abis. Meski belum sepenuhnya saya pahami, tapi MAP of NLP yang tergambar (VAK) mulai ada sedikit sinar. Kemudian saya buku Portal NLP dan membaca beberapa tulisan praktis dari P. Krishnamurti. Cukup simple dan mudah dimengerti dan diterapkan.</p>
<p>Jika saya bandingkan dengan Web <a href="http://www.kehidupanpd.info/">www.kehidupanpd.info</a> (Basic Principle of Life Expanding), kok enakan ngebaca Portal NLP. Di Kehidupanpd, banyak berisi tulisan dan kata-kata (bahasa) Ndobosi, Ngapusi, Bohongi, Tipu menipu, Mbingungi dan seterusnya, sehingga terasa kental dengan “kesemrawutan VAK” dan cenderung memprogram “kegamangan” dalam jiwa NLP Practicioner pemula. Sementara membaca Portal NLP lebih enjoy, karena banyak artikel yang simple dan mudah dipahami bagi pemula, bahkan orang yang belum tahu tentang NLP.<br />
Saya coba pikirkan: mengapa bisa berbeda begitu ya??? Saya pun teringat kalimat “The Map is not The Territory” Yaap! Bisa jadi MAP para pengelola (kontributor) Portal NLP dan Kehidupanpd berbeda, paling tidak : tidak congruen. Sehingga representasi dari MAP masing-masing dalam tulisan artikelnya pun dengan nafas yang berbeda pula.</p>
<p>Membaca dan memahami tulisan di kedua web tersebut pun terjadi MAPPING dalam VAK saya tentang NLP, dan tentu demikian juga para pembaca lainnya. Saya pun berkesimpulan sementara bahwa pemahaman NLP seseorang adalah merupakan MAP atas NLP yang sesungguhnya. Maka MAP of NLP setiap orang berbeda dan merupakan suatu keunikan. Karena setiap orang adalah pribadi yang unique, maka pemahaman atas NLP setiap orangpun unique! Seperti dalam tulisan P. Ronny dalam Portal NLP yang saya baca; if NLP is Map, then NLP is not the territory too.</p>
<p>Menyajikan tulisan tentang NLP juga bisa disederhanakan, sehingga bagaimana nantinya NLP lebih mudah dipahami oleh pembaca (khususnya para pemula). Maka saya setuju dengan judul tulisan P. Ronny, “NLP itu (seharusnya) mudah dan dapat mempermudah”. Bagaimana semestinya para Master Praktisi NLP bisa memahamkan secara lebih simple tentang NLP dan penerapannya bagi mereka yang ingin menerapkan NLP.</p>
<p>Menulis tentang NLP dan penerapannya secara lebih simple akan mudah dipahami dan diterapkan. Mari berbagi ilmu, berbagi pengetahuan dan berbagi kebahagiaan! Dengan demikian kita bisa ikut menyumbangkan yang terbaik bagi negeri ini! Bagi kebangkitan dan kemerdekaan insan Indonesia secara hakiki! Salam Pembelajar! ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novellatief.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novellatief.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novellatief.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novellatief.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/novellatief.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/novellatief.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/novellatief.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/novellatief.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novellatief.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novellatief.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novellatief.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novellatief.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novellatief.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novellatief.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=72&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/22/nlp-is-not-the-territory/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10408e548ae72bbe072a95c63aa94fef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novellatief</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>To Practicing NLP</title>
		<link>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/22/to-practicing-nlp/</link>
		<comments>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/22/to-practicing-nlp/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 05:26:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novellatief</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novellatief.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Setelah mengikuti NLP Practitioner Coaching, muncul keinginan untuk terus mempelajari, mengkaji dan coba menerapkan NLP dalam kehidupan sehari-hari. Mempelajari dan mengkaji NLP sebagai sains akan memberikan pemahaman tentang NLP itu sendiri dan bagaimana penerapannnya dalam kehidupan keseharian kita. Tentunya penerapan ini masih sebatas latihan-latihan untuk memberikan pengalaman bagi pemrograman subconsious mind. Buku &#8220;Terapi NLP, Menciptakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=69&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah mengikuti NLP Practitioner Coaching, muncul keinginan untuk terus mempelajari, mengkaji dan coba menerapkan NLP dalam kehidupan sehari-hari. Mempelajari dan mengkaji NLP sebagai sains akan memberikan pemahaman tentang NLP itu sendiri dan bagaimana penerapannnya dalam kehidupan keseharian kita. Tentunya penerapan ini masih sebatas latihan-latihan untuk memberikan pengalaman bagi pemrograman subconsious mind. <span id="more-69"></span></p>
<p>Buku &#8220;Terapi NLP, Menciptakan Master Komunikasi yang Komunikatif&#8221; karya DR Ibrahim Elfiky, aku coba baca sampai selesai dalam seminggu terakhir ini. Dari buku ini, aku dapatkan sedikit wawasan tentang NLP sebagai cara untuk bisa memahami orang lain yang memiliki keunikan, anak, istri (pasangan), saudara, teman sekantor atau teman berbagai aktivitas. Bagaimana cara bicara atau berkomunikasi dengan mereka yang masing-masing memiliki keunikan itu, kita harus mengerti sistem representasinya, apakah seorang yang cenderung visual (V), auditori (A) atau kinestetis (K)?.</p>
<p>Strategi membangun hubungan keselarasan (rapport) dalam berkomunikasi diuraikan dalam buku ini dengan melalui tahapan matching (menyesuaikan), pacing (melangkah) dan leading (memimpin). Keselarasan dalam berkomunikasi merupakan aspek yang sangat penting. Dengan melakukan matching, pacing dan leading memungkinkan kita untuk memperhatikan kawan komunikasi kita dengan menerima, menghargai dan memberikan pengakuan padanya. Kita bisa menciptakan rasa saling percaya dan saling menghormati, sehingga terbangun keselarasan dalam komunikasi yang kita lakukan.</p>
<p>Pada buku ini juga diuraikan tentang &#8220;meta model&#8221;, yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain, yang bertujuan untuk memperoleh informasi dengan menciptakan hubungan antara seseorang dengan pengalaman masa lalunya. Uraian tentang meta model ini mencakup pemilahan, generalisasi dan distorsi. Penggunaan meta model akan membantu memperoleh informasi yang utuh dari seseorang sehingga kita bisa memahami, membantu dan menolongnya untuk memberikan solusi bagi permasalahannya.</p>
<p>Pada bagian akhir yang menurutku cukup penting dalam buku ini adalah uraian tentang strategi komunikasi handal, yaitu dengan mengikuti sepuluh langkah : (1) mau mendengarkan tanpa menyela, (2) melepaskan diri kita dari masalah, (3) memberikan empati, (4) memperhatikan dan mencocokkan sikap kita dengan representasi kawan bicara kita, (5) perlu diperjelas dan pimpin pembicaraan, (6) ungkapkan lagi masalah utama dengan kata-kata kita sendiri, (7) buat batasan masalahnya, (8) lakukan chunk-up, (9) lakukan chunk-down, (10) akhirnya kita melangkah menuju solusi atas masalah yang kita bahas.</p>
<p>Dan masih cukup banyak isi buku ini yang memberi pengetahuan tentang NLP. Selain buku karya Elfiky ini, beberapa makalah atau copi diskripti tentang NLP yang sempat aku dapatkan, juga coba aku kaji untuk menambah wawasan dan pengetahuanku. Sebuah buku &#8220;Understanding NLP&#8221; karya RH Wiwoho juga aku mulai baca dan cukup membantuku untuk memahami NLP secara bertahap. Disana di bahas tentang outcome, kalibrasi, predicate, anchoring, reframing dan berbagai istilah lain dalam NLP. Aku harus membacanya hingga tuntas sambil terus mencari refferensi baru tentang NLP.</p>
<p>Penerapan dalam kehidupan keseharian aku coba lakukan pada saat berkomunikasi dengan keluarga di rumah, dengan kawan-kawan di berbagai aktivitas, juga saat melakukan public speaking dalam berbagai kelas training, aku coba terapkan. 3 kelas terakhir yang aku coba terapkan konsep NLP ini diantaranya dalam &#8220;Spiritual Quotient Learning&#8221; di Yayasan At-Taqwa Semarang (2/7/08), dalam kuliah &#8220;Business Inspiration&#8221; untuk mahasiswa Akademi Widya Buana di Magelang (4/7/08) dan dalam materi &#8220;Ideologi Islam&#8221; pada training di FOSI 2 Semarang (5/7/08).</p>
<p>Belum kurasakan perkembangan yang signifikan memang, namun aku semakin percaya diri dalam berkomunikasi dalam kelas-kelas pertraininganku. Alhamdulillah!***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novellatief.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novellatief.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novellatief.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novellatief.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/novellatief.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/novellatief.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/novellatief.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/novellatief.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novellatief.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novellatief.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novellatief.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novellatief.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novellatief.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novellatief.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=69&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/22/to-practicing-nlp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10408e548ae72bbe072a95c63aa94fef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novellatief</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NLP Practitioner Coaching</title>
		<link>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/22/nlp-practitioner-coaching/</link>
		<comments>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/22/nlp-practitioner-coaching/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 05:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novellatief</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novellatief.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Selama lima hari dari tanggal 23 &#8211; 27 Juni 2008, mengikuti dinamic coaching &#8220;A PRACTICING NLP PRACTITIONER&#8221; aku sepertinya mendapatkan sebuah paradigma baru mengenai bagaimana cara untuk mengoptimalkan potensi diri yang Allah telah berikan pada setiap manusia. Aku mendapatkan wawasan baru, sedikit pemahaman tentang NLP dan penerapannnya dalam kehidupan sehari-hari. Coaching yang diselenggarakan oleh &#8220;Victory [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=66&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Selama lima hari dari tanggal 23 &#8211; 27 Juni 2008, mengikuti dinamic coaching &#8220;A PRACTICING NLP PRACTITIONER&#8221; aku sepertinya mendapatkan sebuah paradigma baru mengenai bagaimana cara untuk mengoptimalkan potensi diri yang Allah telah berikan pada setiap manusia. Aku mendapatkan wawasan baru, sedikit pemahaman tentang NLP dan penerapannnya dalam kehidupan sehari-hari.<span id="more-66"></span></span></span></p>
<p>Coaching yang diselenggarakan oleh &#8220;Victory Access Internasional&#8221; di Jalan Kelinci Raya Semarang ini awalnya memang membingungkan. Pada hari pertama terasa sekedar brainstorming. Secara bertahap pada hari kedua, ketiga dan seterusnya hingga hari terakhir, sedikit bisa aku pahami. Tentu saja pemahaman menurut persepsiku, sebatas yang mampu aku serap. Yang jelas inilah catatan yang bisa aku tulis di sini tentang Coaching NLP yang menghadirkan salah satu dari 19 NLP University Master training di dunia yaitu Mr. Stefanus Isaac Tamzil, MD dan Suhu NLP ala Indonesia Mr. Saiful Bahri yang juga seorang couch di &#8220;Basic Principle of Life Expanding&#8221;.</p>
<p>NLP merupakan kepanjangan dari Neuro Linguistic Programming. Neuro artinya syaraf, linguistic artinya bahasa, kata-kata, programming artinya pemrograman. Pengertian NLP adalah bagaimana cara memprogram kata-kata ke dalam diri/jiwa. Menurutku pada level tertinggi tujuan NLP adalah bagaimana manusia menjadi makhluk yang sempurna, mulia, tunduk dan taat kepada kehendak Ilahi.</p>
<p>Aplikasi NLP dalam kehidupan manusia adalah bagaimana mendapatkan outcame dengan menggunakan anugrah Ilahi berupa Visual (penglihatan &#8211; V), Auditory (pendengaran &#8211; A), Kinestetic (perasaan &#8211; K), plus Olfactory (penciuman &#8211; O) dan Gustatory (perabaan &#8211; G). VAKOG adalah panca indra yang Allah telah berikan kepada setiap manusia sejak dilahirkan di dunia ini. Menggunakan VAKOG adalah melakukan balancing (menyeimbangkan) V = A = K. Terjadinya keseimbangan V = A = K ini adalah saat ditemukannya sumber daya (resource) yang ada dalam diri manusia. Sumber daya ini merupakan potensi dahsyat yang dapat dioptimalkan untuk mencapai outcome.</p>
<p>Apa yang menjadi outcome seseorang dalam setiap aktivitas bisa dengan menetapkan jawaban atas pertanyaan WAW, yakni What do you want? (Keinginan &#8211; K) Are you ready? (Persiapan &#8211; P) dan When you start? (Usaha &#8211; U). Outcame harus jelas dan rinci atau yang disebut clear outcome.</p>
<p>Apa yang kita inginkan atas sebuah aktivitas, misalnya keinginan memiliki sebuah motor. Karena kita sering terlambat masuk kantor, maka coba mencari solusi agar tidak terlambat lagi. Caranya dengan memiliki motor. Dengan adanya motor ini, transportasi bukan menjadi hambatan dan alasan atas keterlambatan masuk kantor.</p>
<p>Sebelum motor kita dapatkan kita perlu melakukan persiapan, seperti mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan yang dipersyaratkan bagi seseorang yang memiliki sepeda motor. Kita harus siap untuk membeli bensin, biaya tambal ban jika bocor, jas hujan jika hujan datang, servis di bengkel jika rusak dan lain sebagainya. Semua persiapan ini harus kita sediakan agar tidak muncul problema baru jika motor sudah kita dapatkan.</p>
<p>Usaha yang perlu kita lakukan untuk bisa mewujudkan keinginan kita memiliki sepeda motor diantaranya, cari info tentang bagaimana kita bisa mendapatkan motor yang murah tapi bagus, atau bagaimana cara membeli motor dengan kredit. Kemudian mengusahakan persyaratan untuk bisa kredit motor, datang ke dealer motor dan selanjutnya kita lakukan proses untuk kredit motor itu sehingga motorpun bisa kita dapatkan.</p>
<p>Dalam banyak keperluan atau aktivitas keseharian itu, kita bisa susun WAW atau KPU. Setelah WAW jelas dan rinci kita tetapkan, maka gunakan VAKOG dan lakukan balancing VAKnya. Proses inilah yang akhirnya menghasilkan outcome yang kita inginkan.</p>
<p>Untuk belajar NLP seseorang harus bisa memahami empat pilar dalam NLP yakni tentang <em>Self Skill, Strategi Skill, Sistem Skill </em>dan<em> Relational Skill. </em>Keempat pilar ini satu sama lain saling berhubungan dan tak terpisahkan.</p>
<p>Self Skill meliputi 3 tahapan yang mesti dilalui untuk bisa menerapkan NLP dengan sempurna. Pertama, Sense of Self (SoS), yaitu seseorang harus bisa memahami, melihat, mendengar dan merasakan tentang dirinya. Bagaimana agar VAKnya bisa diseimbangkan sehingga dirinya benar-benar bisa mengenali dan memahami dirinya sendiri. Tahap kedua, Personal Mastery (PM) yaitu memiliki kemampuan atau keahlian dalam menguasi sirinya sendiri. Seseorang yang bisa memiliki Personal Mastery, dirinya akan mudah mendapatkan apa yang diinginkan, yang tentu sesuai dengan kebutuhan dan keperluannnya saja. Dan tahap ketiga, Personal Power (PP) adalah kekuatan yang dimiliki seseorang yang mampu mempengaruhi lingkungan dan dunia, dengan kemampuan menggunakan VAKOGnya dan mencapai keseimbangan yang sempurna. Tingkat kesempurnaan ini karena interaksi antar 4 pilar NLP diatas yang telah dilatih secara menerus dan memunculkan Personal Pawer yang luar biasa.</p>
<p>Jika NLP dipahami sebagai pemrograman kata-kata ke dalam diri atau jiwa agar menjadi makhluk yang sempurna, yang mulia, tunduk dan taat kepada kehendak Ilahi, maka mereka yang memiliki Personal Pawer ini adalah manusia-manusai yang mencapai tingkatan Insan Kamil atau manusia sempurna. Siapakah mereka?? Mereka adalah para nabi dan Rasul yang telah meninggal, namum memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap banyak orang (manusia) lainnya dan pengaruhnya mencapai ribuan tahun, meski mereka telah meninggal.</p>
<p>Inilah paling tidak catatan kecil, sebagian yang aku dapatkan selama mengikut coaching NLP selama 5 hari kemarin. Manfaat lainnya, saya dapatkan banyak kawan baru dan guru-guru yang luar biasa. Terima kasih yang tak terhingga secara tulus saya sampaikan pada panitia penyelenggara dan para couch yaitu Pak Saiful Bachri, Bang Stefanus. Pak Okky dan Pak Tjia Irawan. Semoga Allah memberkahi kita semua. Amin!***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novellatief.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novellatief.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novellatief.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novellatief.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/novellatief.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/novellatief.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/novellatief.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/novellatief.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novellatief.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novellatief.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novellatief.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novellatief.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novellatief.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novellatief.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=66&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/22/nlp-practitioner-coaching/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10408e548ae72bbe072a95c63aa94fef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novellatief</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Ayat Kedua</title>
		<link>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/22/makna-ayat-kedua/</link>
		<comments>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/22/makna-ayat-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 05:04:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novellatief</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Miracle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://novellatief.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam Makna ayat kedua dari Surat Al-Fatikhah ini bisa diuraikan sebagai berikut. Pertama, kalimat Alhamdulillah artinya segala puji bagi Allah. Bahwa keindahan alam semesta, keindahan makhluk, segala peristiwa atau kejadian di alam semesta yang membuat kita takjub dan memandangnya sebagai sesuai yang luar biasa, semua itu merupakan ciptaan Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=64&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em>Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam</em></p>
<p>Makna ayat kedua dari Surat Al-Fatikhah ini bisa diuraikan sebagai berikut. <em>Pertama,</em> kalimat <strong><em>Alhamdulillah </em></strong>artinya segala puji bagi Allah. Bahwa keindahan alam semesta, keindahan makhluk, segala peristiwa atau kejadian di alam semesta yang membuat kita takjub dan memandangnya sebagai sesuai yang luar biasa, semua itu merupakan ciptaan Allah swt.</p>
<p><span id="more-64"></span></p>
<p>Terwujudnya setiap keinginan, atau penerimaan karunia dan keberlimpahan adalah bersumber dari Allah. Potensi sumber daya yang kita gunakan untuk mencapai outcome bersumber dariNya. Seluruh kekuatan dan energi yang kita gunakan untuk melakukan aktivitas mewujudkan setiap outcome juga bersumber dariNya. Udara yang kita hirup dan masuk ke paru-paru kemudian ditransfer ke seluruh sel tubuh kita dan juga menjadi asupan otak kita sehingga bisa bekerja juga bersumber dariNya. Air yang kita minum setiap hari dan juga makanan yang masuk ke dalam perut kita adalah merupakan karuniaNya. Sehingga segala puja dan puji hanya layak kita sanjungkan kepada Sang Maha Agung, Allah swt.</p>
<p>Jika kita menengok lingkungan kita, flora fauna yang tumbuh dan berkembang, sinar matahari dan bumi tempat berpijak bagi makhluk di dunia ini adalah ciptaanNya. Ilmu dan pengalaman yang kita dapatkan juga berasal darinya. Karena itu setiap detik, setiap menit, setiap waktu kita semestinya bersyukur dan berterima kasih kepadaNya, dan ucapan Alhamdulillah adalah representasi verbal yang kita persembahkan padaNya. Pada saat yang sama hati dan perasaan kita akan merasa betapa bahagianya, Allah telah sediakan seluruh sumber daya diri dan alam semesta ini untuk kita manusia dan kemudian tinggal mengelolanya untuk kemanfaatan seluruh ummat. Kita lakukan semua itu dengan ketulusan hati dan keikhlasan.</p>
<p>Pembaca, pernahkah kita coba menghitung kenikmatan yang Allah karuniakan kepada kita? Kenikmatan tubuh yang sehat dan sempurna. Allah telah karuniakan pada kita dua mata, dua telinga, dua tangan, dua kaki, tubuh yang terdiri dari trilliunan sel yang membentuk jaringan, dilengkapi organ-organ tubuh seperti jantung, hati, paru-paru, usus besar, usus kecil dan sebagainya. Organ-organ ini membentuk sistem biologis yang memperlancar proses metobolisme tubuh kita. Allah juga ciptakan sistem pernafasan, sistem peredaran darah, sistem pencernakan, sistem peredaran sari makanan,  sistem reproduksi dan sistem lainnya. Seluruhnya dapat berjalan secara teratur dan rapi. Semuanya merupakan karunia Allah yang tiada ternilai harganya. Maka hanya kepada Allahlah kita bersyukur atas seluruh karuniaNya.</p>
<p>Allah juga memberikan rejeki berupa makanan dan minuman yang masuk ke dalam perut kita, sehingga kita masih bisa hidup sampai hari ini. Allah pun berikan pada kita berbagai macam karunia untuk memenuhi kebutuhan hidup kita berupa pakaian, tempat tinggal, kendaraan dan lain sebagainya. Semua itu juga merupakan pemberian Allah yang harus kita syukuri dengan ucapan Alhamdulilah. Jika kita mau bersyukur ataskenikmatan yangdiberikan Allah, maka Allahpun akan menambah nikmat dan karunianya kepada kita.</p>
<p><em>Kedua</em>, kalimat <strong><em>Robbil&#8217;alamin</em></strong> artinya Tuhan semesta alam. Kalimat ini menegaskan bahwa Allahlah Tuhan semesta alam, yang menciptakan <em>(Al-Kholiq</em>) dan memelihara (<em>Al-Maalik</em>) alam semesta beserta isinya, dan juga yang memberikan rezeki (<em>Ar-Roziiq</em>) bagi seluruh makhluknya. Jika kita mengamati ciptaanNya berupa alam semesta (macrocosmos) berupa benda angkasa berupa bintang, bulan, matahari, galaksi, gugusan galaksi yang jumlahnya milyaran di angkasa raya. Benda-benda angkasa tersebut seluruhnya bergerak dan beredar sesuai dengan garis edarnya masing-masing, tanpa terjadi tumbukan. Allahlah yang telah menciptakan dan memeliharanya, mengaturnya secara rapi dan seimbang. Saatnya kelak, jika telah tiba waktu yang ditentukan, alam semesta ini akan dihancurkan oleh Allah swt, pada hari manusia harus mempersiapkan pertanggung jawabannya seluruh amal perbuatan sewaktu di dunia.</p>
<p>Allah sebagai pemberi rezeki bagi setiap makhluk di alam semesta, juga bisa kita mengamati dan merenungkan  bagaimana Allah mencukupi rezeki ikan-ikan di lautan, mencukupi rezeki burung-burung di angkasa, hewan-hewan di hutan luas ataupun di daratan lainnya. Juga terhadap manusia, selama dia masih ditakdirkan untuk hidup maka selama itu pula telah disiapkan rezekinya sesuai dengan yang telah ditetapkan dan diihtiarkannya.</p>
<p>Keyakinan yang demikian inilah yang perlu kita tanamkan dalam hati kita, kita install dalam pikiran bawah sadar (sub concious mind), bahwa Allahlah Tuhan semesta alam. Pengakuan dan pernyataan akan Allah sebagai Tuhan semesta alam secara sungguh-sunguh akan menghasilkan getaran (vibrasi) yang dahsyat dan memunculkan energi atau kekuatan yang luar biasa untuk menggerakkan seluruh potensi kita dalam mengabdi pada Sang Ilahi. Kita semakin taat kepadaNya, semakin tunduk dan patuh kepada ketentuan dan aturan syariatNya, dengan rasa penuh cinta pada Allah dan RasulNya, Nabi Muhammad saw. Dimana dampak pengabdian pada Ilahi ini akan memberikan kemanfaatan bagi orang-orang tercinta, orang tua, suami-istri, anak-anak, tetangga, komunitas dan semua manusia di bumi ini.</p>
<p>Inilah makna yang terkandung dalam ayat kedua dari Surat Al-Fatikhah, yang memberikan suatu nenergi yang dahsyat bagi kita untukmenjalani hidup ini dengan penuh ketaqwaan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/novellatief.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/novellatief.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/novellatief.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/novellatief.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/novellatief.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/novellatief.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/novellatief.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/novellatief.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/novellatief.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/novellatief.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/novellatief.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/novellatief.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/novellatief.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/novellatief.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=novellatief.wordpress.com&amp;blog=4330804&amp;post=64&amp;subd=novellatief&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://novellatief.wordpress.com/2008/09/22/makna-ayat-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/10408e548ae72bbe072a95c63aa94fef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">novellatief</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
