berbenah menjadi INSAN MULIA

Makna Ayat Keenam

Posted by: novellatief on: Januari 5, 2009

Ihdinash shirotholmustaqiim
Tunjukkanlah kami jalan yang lurus

Ihdinaa artinya tunjukanlah kami atau berilah hidayah pada kami. Sebagai seorang hamba, kita harus bisa merendahkan hati kita dengan selalu memohon petunjuk atau Hidayah pada Allah. Sebenarnya Allah sendiri telah memberikan pada manusia hidayah itu yaitu berupa (1) hidayah tabiat, (2) hidayah indra, (3) hidayah akal pikiran, (4) hidayah Ad-dien (agama).

Pertama, hidayah tabiat, semenjak bayi Allah telah memberikan hidayah tabiat ini kepada setiap manusia. Bayi belum dapat menyatakan kehendaknya dengan perkataan (lisan), juga belum bisa berpikir. Jika bayi merasa haus dan lapar, cukup mereka secara spontan menangis dan ibunya pun memberikan apa yang dibutuhkan.

Kedua, hidayah indra, hidayah ini ditemui pada makhluk insani maupun hewani. Pada hewan hidayah indra sejak lahir sudah sempurna dan kuat dibandingkan indra yang ada pada diri manusia. Indra manusia mengalami proses pertumbuhan dengan percobaan dan pengalaman dari masa kemasa. Manusia mempunyai lima indra yang bisa digunakan yaitu berupa panglihatan (visual) pendengaran (Auditory) perasaan (kinestetis) pembauan (olfactory) dan penciuman (gustatory). Dengan panca indra kita bisa gunakan untuk membaca, mendengarkan, merasakan, memahami tentang kebenaran yang ada dialam semesta ini, sehingga menjadi inspirasi bagi kita untuk menemukan kebenaran hakiki.

Ketiga hidayah akal pikiran, yang hanya dianugerahkan bagi manusia saja tidak kepada hewan. Allah menciptakan manusia hidup secara bermasyarakat, mempunyai hubungan, kepentingan pergaulan antara yang satu dengan lainnya, dengan menggunakan aturan, tata tertib dan norma-norma. Dengan menggunakan hidayah akal pikiran inilah manusia bisa melakukannya. Juga dengan akal pikiran, manusia bisa menggunakan untuk mengkaji dan menganalisa fenomena alam, pertumbuhan dan perkembangan pepohonan (flora), perilaku hewan (fauna), juga perilaku nilai, etika masyarakat atau manusia secara individual dengan mengamati secara cermat, kitapun akan memperoleh petunjuk atau hidayah dari Allah melalui alam semesta tersebut.

Keempat hidayah Ad-dien (agama), yang akan menjadi pedoman, petunjuk atas hidayah-hidayah lainnya, termasuk memimpin hidayah akal. Dengan hidayah akal dapat dicapai suatu kebenaran. Dan kebenaran secara hakiki akan ditentukan melalui ukuran-ukuran yang ditetapkan oleh Allah melalui ad-dien (agama). Hidayah ad-dien inilah yang akan membawa kepada kebahagiaan yang sejati dan abadi hingga di akhirat kelak.

Asshirotol Mustaqim artinya adalah jalan yang lurus. Jalan merupakan kumpulan titik atau ruang yang mengarah pada tujuan hidup seseorang. Mustaqim adalah lurus. Sehingga Sirotol Mustaqim adalah jalan yang lurus yang perlu kita lalui untuk mencapai tujuan hidup (Ultimate goal) kita. Shirotol mustaqim inilah yang senantiasa kita mohonkan kepada Allah agar bisa kita lalui untuk tujuan sejati hidup kita.

Pembaca, coba renungkanlan, apa tujuan kehidupan anda selama ini? dan jalan mana yang telah anda tempuh selama ini untuk mencapainya? Jika anda belum menetapkan tujuan hidup anda, maka tentukanlah tujuan hidup anda, untuk apa anda hidup di dunia? Dengan cara bagaimana anda bisa mewujudkan tujuan hidup anda? Melalui jalan mana anda mencapainya?***

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.