Posted by: novellatief on: September 24, 2008
Arrahmanirrahim
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Memaknai ayat ketiga Arrahmanir Rahim sebagaimana bagian akhir ayat pertama. Dengan memahami makna Arrahmanir Rohim ini marilah kita coba program makna yang mulia itu ke dalam pikirian kita, melalui bawah sadar (subconcious) melalui kontemplasi, dialog dengan nati nurani dan berdialog dengan Allah swt.
Sambil mengingat, membayangkan dan merasakan seluruh karunia Allah, kita coba renungkan kembali tentang hidup kita di dunia ini. Allah telah berikan kepada kita Ruh yang ditiupkanNya sewaktu kita ada dalam rahim ibu, sehingga kita bisa merasakan dan menikmati hidup ini. Dengan kasih sayangNya, Allah lengkapi diri kita dengan fisik tubuh yang sempurna. Allah kasih pada kita organ paru-paru sehingga bisa terus bernafas hingga hari ini. Allah kasih pada kita jantung sehingga darah bisa dipompa dan dialirkan ke seluruh sel tubuh kita melalui arteri dan nadi. Nutrisi yang telah dicerna oleh pencernaan pun dialirkan ke seluruh sel tubuh kita. Demikian juga oksigen yang masuk ke dalam paru-paru juga dibawa ke seluruh tubuh dan menjadi asupan sel otak kita, sehingga otak bisa bekerja sebagaimana mestinya.
Coba kita bayangkan dan rasakan seluruh proses metabolisme dalam tubuh kita. Kita bayangkan dan rasakan gerakan paru-paru yang mengolah oksigen dan detak secara ritmis jantung yang memompa darah kita, rasakan aliran darah yang bergerak ke seluruh tubuh, dan masuknya oksigen ke sel otak kita. Semua berjalan dengan teratur dan indah sekali. Itulah salah satu wujud Ar-Rohman, kasih sayang Allah kepada semua manusia. Subhanallah.
Meski barangkali diantara kita, ada yang belum yakin akan Allah swt. Ada yang tidak yakin akan Tuhan semesta alam itu. Bahkan ada yang menentang dan terhadap ajaran dan ketentuannya. Bahkan barangkali ada yang menolak mengakui adanya Tuhan, meski hatinya tak bisa memungkiri. Allah tetap berikan pada kita kehidupan, Allah tetap berikan pada kita semua rejeki, Allah tetap memproses dan membesarkan fisik tubuh kita. Allah tetap berikan pada kita udara untuk bernafas, Allah tetap berikan air untuk kebutuhan hidup kita, Allah tetap berikan sinar matahari untuk menghangatkan alam lingkungan kita. Ya, kasih sayangnya tetap diberikan Allah kepada seluruh makhluknya.
Jika kita manusia di muka bumi ini mau mengakui, mau beriman pada Allah swt. Kemudian mau tunduk dan patuh kepadanya. Taat kepadaNya dan Rasulullah, dengan menjalani seluruh perintahNya, menjauhi seluruh laranganNya, maka Allah akan tambahkan cinta dan kasih sayangNya kepada kita di alam akhirat kelak. Allah akan karuniakan kepada kita kesuksesan dan kebahagiaan abadi di akhirat kelak. Inilah wujud dari sifat Ar-Rahimnya Allah.
Pembaca, berapakah umur kita saat ini? Pernahkah kita menghitung kenikmatan dan karunia Allah? Pernah kita beryukur kepadaNya atas seluruh karunia itu? Bagaimana kehidupan kita saat ini? Apakah lebih banyak kita gunakan seluruh potensi dan waktu yang kita miliki untuk berbuat dosa dan kemaksiatan? Sampai kapankah kita melupakan Allah, Tuhan yang menghidupi kita ini? Saatnyalah kita bertobat saat ini, sebelum maut memanggil kita. Sebelum jantung kita berhenti berdetak dan darah tak lagi mengalir dalam tubuh kita. Marilah kita mendekatkan diri kepada Allah, beristighfar atas dosa-dosa kita. Kita berkomitmen dalam diri untuk meninggalkan dosa dan kemaksiatan yang pernah kita lakukan. Kita bersyahadat lagi, memperbaharui iman dan keyakinan kita. Kita gemakan kembali dzikir dalam hati dan lisan kita. Kita sapa kembali Asma Allah dengan kesucian dan ketulusan hati. Karena Dia adalah Sang Maha Suci. Kita tumbuhkan kembali cinta kita kepadaNya, sehingga selalu muncul kerinduan untuk berdialog denganNya, Kerinduan untuk selalu dekat denganNya. Sehingga kita masuk dan digolongkan menjadi orang-orang yang mulia. Amin!***
Komentar Terakhir